Senin, 14 Desember 2015

You

.
Bertahan untuk tetap diam, diam dalam mencintaimu tanpa mengungkapkan
Aku Mencintaimu Dalam Diam.. Sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu.
.
Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.. Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku..
.
Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku..
.
Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalam keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku?..
.
Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang engkau bukan tercatat untukku. Jika memang engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. Begitulah kuasa-Nya. Begitulah Dzat yang membolak-balika n hati hamba-Nya..
.
By : fb~sebutir syair dari tetesan embun
.
Kontribusi oleh @irmalasmk1
beraniberhijrah
#duniajilbab #cintadalamdiam

Kamis, 07 Mei 2015

Birrul Walidain

Bismillahirrohmanirrohim,

" Seorang anak, meskipun telah berkeluarga tetap wajib untuk berbakti kepada orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur jika seorang anak telah menikah dan memiliki keluarga sendiri. Namun sangat disayangkan jika seorang anak yang telah dididik oleh orang tuanya akhirnya meninggalkan kewajiban ini BAHKAN mengabaikannya " Naudzubillahi min dzalik


Ada 2 kisah nyata yang baru saja penulis alami dan coba untuk membagikan dalam bentuk tulisan, semoga bisa mengambil ibroh walaupun penulis tak cukup handal dalam penyampaian... hehehe

Part #1

Kisah yang pertama, bermula dari seorang nasabah yang akan mendaftarkan Asuransi Jiwa untuk istri yang baru saja ia nikahi.

N : Nasabah
A : Admin


N : "Selamat siang mbak, saya membeli asuransi untuk istri saya sekaligus merubah ahli waris polis lama saya.."
A : "Untuk pembelian Asuransi baru, bapak bisa langsung menghubungi ke bagian marketing sedangkan untuk perubahan ahli waris bisa kami bantu disini."
N :" Oh, baik mbak..
Tolong Polis No. 1xxxxxxxxxx an xxxxxxxxx dirubah ahli waris dari nama kedua orang tua saya menjadi nama istri yang baru saya nikahi, ini persyaratannya copy KK, Copy Akta Nikah dan Copy KTP"
A : ( Terdiam, berpikir dan beristighfar )
Setelah melihat bahwa nasabah tsb adalah seorang muslim, Admin tsb memberanikan diri untuk menyampaikan sesuatu..
" maaf pak, kalau boleh tau kenapa harus dirubah pak..?"
N : " Ya Mba, gak papa..
cuman ingin ganti saja menjadi istri saya..
A : " Mohon maaf pak sebelumnya, jika saya boleh memberikan saran, lebih baik tidak usah dirubah ahli warisnya..
N : "kenapa mba..?"
A : " Ah, masa iya bapak mau perhitungan dengan orang tua yang sudah susah payah menjadikan bapak hingga sampai bisa seperti sekarang, bapak kan tidak pernah tau seberat apa perjuangan mereka untuk bisa mendidik, menyekolahkan, do'a apa saja yang mereka panjatkan untuk bapak "
" Dan maaf pak, kita tidak akan pernah tau masa depan kita bagaimana, termasuk pernikahan bapak ini, akan ada mantan istri setelah perceraian, namun tidak akan pernah ada mantan orang tua "

Nasabah tidak memotong pembicaraan admin tsb yang mungkin bagi sebagian orang dianggap Impolite, mungkin saat itu jauuuh dihati kecilnya membenarkan ucapan admin tsb..
Yang akahirnya nasabah tsb memutuskan tidak jadi merubah ahli waris..

Selasa, 21 April 2015

Mainkan Saja Peranmu, tugasmu hanya Taat kan..?

"Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?"

Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan.
Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika teman-temanmu telah menemukan belahan jiwanya dan telah mengakhiri masa lajangnya, sedang kau masih menanti moment tsb.
Mainkan saja peranmu,
Suatu saat akan tiba waktunya Allah mempertemukanmu dalam kondisi terbaik menurut Allah.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi
melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja
peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti
imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu,
bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu
Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersamanya. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah, catatan takdir manusia.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa
adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

(Sumber : Group Muda18 FLPJ 😊)

Minggu, 15 Maret 2015

Mengapa Kita Jauh dari Allah..


😔 Apabila Allah Tidak Mengkehendaki Kita Lagi 😔

Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia...😔

Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak...😔

Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan...😔

Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan...😔
Semua hanya titipan,
Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-2 yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah SWT dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi, sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-2an utk merebut dunia.

Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah dan beribadah kepada Allah...😔

Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, rumah besar, mobil mewah...

Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu orang lain lebih dari kita..😔

Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita...😔

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di Sepertiga Malam, sholat Tahajud &  bermunajat.😔

Kenapa kita tidak cemburu melihat orang lain bisa menghafal al qur'an, sedang kita malah sibuk menghafal lagu-lagu..😞😳

Kita cemburu apabila melihat orang lain ganti mobil baru dengan yang lebih mewah...

Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al'Quran sebulan dua kali...😔

Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin, tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita..., maka panggilan Illahi bertambah dekat..😔

Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di Akhirat.😔

Sesungguhnya mati itu Benar. 😭
Alam kubur itu benar,😭
Hisab itu benar,😭
Mahsyar Allah itu benar😭
Surga dan neraka itu benar...😭😭😭

Penyelesaian kpd masalah hidup adalah melalui iman dan amal..., Iman sebesar zarrah, Allah muliakan dgn Syurga ...