Kamis, 07 Mei 2015

Birrul Walidain

Bismillahirrohmanirrohim,

" Seorang anak, meskipun telah berkeluarga tetap wajib untuk berbakti kepada orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur jika seorang anak telah menikah dan memiliki keluarga sendiri. Namun sangat disayangkan jika seorang anak yang telah dididik oleh orang tuanya akhirnya meninggalkan kewajiban ini BAHKAN mengabaikannya " Naudzubillahi min dzalik


Ada 2 kisah nyata yang baru saja penulis alami dan coba untuk membagikan dalam bentuk tulisan, semoga bisa mengambil ibroh walaupun penulis tak cukup handal dalam penyampaian... hehehe

Part #1

Kisah yang pertama, bermula dari seorang nasabah yang akan mendaftarkan Asuransi Jiwa untuk istri yang baru saja ia nikahi.

N : Nasabah
A : Admin


N : "Selamat siang mbak, saya membeli asuransi untuk istri saya sekaligus merubah ahli waris polis lama saya.."
A : "Untuk pembelian Asuransi baru, bapak bisa langsung menghubungi ke bagian marketing sedangkan untuk perubahan ahli waris bisa kami bantu disini."
N :" Oh, baik mbak..
Tolong Polis No. 1xxxxxxxxxx an xxxxxxxxx dirubah ahli waris dari nama kedua orang tua saya menjadi nama istri yang baru saya nikahi, ini persyaratannya copy KK, Copy Akta Nikah dan Copy KTP"
A : ( Terdiam, berpikir dan beristighfar )
Setelah melihat bahwa nasabah tsb adalah seorang muslim, Admin tsb memberanikan diri untuk menyampaikan sesuatu..
" maaf pak, kalau boleh tau kenapa harus dirubah pak..?"
N : " Ya Mba, gak papa..
cuman ingin ganti saja menjadi istri saya..
A : " Mohon maaf pak sebelumnya, jika saya boleh memberikan saran, lebih baik tidak usah dirubah ahli warisnya..
N : "kenapa mba..?"
A : " Ah, masa iya bapak mau perhitungan dengan orang tua yang sudah susah payah menjadikan bapak hingga sampai bisa seperti sekarang, bapak kan tidak pernah tau seberat apa perjuangan mereka untuk bisa mendidik, menyekolahkan, do'a apa saja yang mereka panjatkan untuk bapak "
" Dan maaf pak, kita tidak akan pernah tau masa depan kita bagaimana, termasuk pernikahan bapak ini, akan ada mantan istri setelah perceraian, namun tidak akan pernah ada mantan orang tua "

Nasabah tidak memotong pembicaraan admin tsb yang mungkin bagi sebagian orang dianggap Impolite, mungkin saat itu jauuuh dihati kecilnya membenarkan ucapan admin tsb..
Yang akahirnya nasabah tsb memutuskan tidak jadi merubah ahli waris..

Part #2

Cerita kedua ini datang dari si kaya..

Kedua anaknya kini telah sama-sama sukses, Anak pertamanya merupakan istri dari pegawai BUMN yang gaji perbulannya sekitar 8jt/bulan dan memiliki aktivitas sebagai duta pengajar anak-anak wilayah surabaya. Anak Kedua tak jauh berbeda, bekerja sebagai manager keuangan di salah satu BUMN membuatnya menerima gaji bersih sekitar 10jt/bulan..
Dengan kondisi demikian, seharusnya lebih dari cukup untuk bisa membantu atau bahkan menanggung biaya hidup orang tuanya..

Namun, apa yang salah jika pada kenyataannya setelah sepeninggal ibunya, ayahnya justru harus pontang panting walaupun hanya sekedar untuk mengisi perut..?? :(
Apa yang salah sehingga mereka membiarkan sang ayah hidup sendirian, sedangkan si ayah sudah tidak berpenghasilan...?? :(
Apa yang salah sehingga mereka beranggapan, sang ayah seharusnya berusaha mencari kerja..?? Helloowww,, pekerjaan apa yang pantas untuk seorang ayah yang seharusnya sudah waktunya menikmati sisa hidupnya dengan anak dan cucunya..??
Apa yang salah sehingga mereka menganggap bahwa sang ayah menjadi BEBAN bagi kehidupan mereka..??
Apa yang salah sehingga mereka mungkin tak bisa merasakan betapa sedihnya sang ayah diabaikan oleh kedua anak yang telah dididiknya..??
Astaghfirullahal 'adzim...

Jangankan dibahas secara agama, dibahas secara naluri pun ini jauuuuuhhh dari kata-kata baik..
Lupakah kita,
  • Berapa perkiraan biaya yang mereka keluarkan untuk bisa menjadikan kita seperti saat ini?
  • Apa saja pengorbanan mereka untuk bisa membuat kita bahagia..?
  • Apa saja yang mereka lakukan untuk hanya bisa membuat kita tersenyum?
  • Apa saja perawatan yang mereka lakukan untuk hanya bisa melihat kita sembuh kala kita sakit? 

Allah secara tegas berfirman pada surat An Nisa : 36


" Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.... "

Penyebutan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua setelah perintah beribadah hanya kepada Allah bertujuan agar manusia memahami betapa pentingnya berbuat baik terhadap orang tua, dan perintah tsb TIDAKLAH GUGUR walaupun kita telah berkeluarga. Ini juga bertujuan agar mereka mensyukuri kebaikan kedua orang tua, BETAPA BERATNYA penderitaan yang mereka rasakan baik saat melahirkan maupun ketika kesulitan mencari nafkah.

Diayat lain dikatakan,





 
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al Isra(17):23) "





“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (Al Isra(17):24)"

 
Jangankan mengabaikan orang tua, bicara "ah" atau menghardik saja dilarang oleh Allah, apalagi jika kita sampai menyakiti hatinya..
Jika memang suatu saat kita pernah merasa  orang tua kita menjadi beban, ingatlah siapa kita sebelum hari ini? :(

Teruntuk para orang tua dancalon orang tua, (termasuk saya, Insya Allah..^^)
Memiliki anak- anak yang yang sukses tentulah menjadi idaman seluruh orang tua..
tapi yang perlu dipertanyakan adalah apa yang menjadi tolak ukur dari kesuksesan itu sendiri..
apakah tolak ukur kesuksesan hanya dunia saja, atau kesuksesan dunia akhirat..

dan untuk para anak dan saya..
sudah kewajiban kita untuk membalas pengorbanan yang mereka lakukan untuk kita, sekali lagi kewajiban tsb TIDAKLAH GUGUR walaupun kita telah berkeluarga..
kita adalah harapan mereka dihari tuanya, kita belahan jiwanya..
Akan kemana lagi mereka, jika kita sendiri justru mengabaikan mereka..

semoga teman-teman bisa mengambil hikmah, dan semakin hati-hati dalam memperlakukan orang tua kita..
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, selalu melembutkan hati kita untuk terus menyanyangi sesama terutama orang tua kita..

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubuilaiik..

0 komentar:

Posting Komentar