Kamis, 25 Desember 2014

Berhentilah Sejenak

Rehat/mnh/131/Des/2014

Konon ada seorang pemuda yang melamar pekerjaan pada seorang pedagang tukang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi lingkungan kerja membuatnya memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin..
Majikan memberikannya sebuah gergaji dan tugasnya adalah memotong batang-batang kayu menjadi beberapa bagian.

Hari pertama, ia berhasil menggergaji 40 batang kayu. Sang majikan terkesan akan pekerjaannya dan berkata, " Bagus, bekerjalah seperti itu terus!".
Alih-alih termotivasi dengan pujian sang majikan, keesokan harinya ia bekerja lebih keras lagi, namun ia hanya bisa menyelesaikan 35 batang kayu. Pada hari ketiga, ia berusaha bekerja lebih keras lagi dari sebelumnya,tetapi hanya 28 batang kayu yang bisa ia selesaikan. Semakin hari, hasil potongan kayu yang sebenarnya diharapkan bisa lebih baik dari hari pertama justru semakin lama hasil potongan yang dicapai semakin berkurang.

"Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku," pikirnya.
Diapun menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti atas apa yang terjadi.

"Kapan saat terakhir kau mengasah gergajimu? Sang majikan bertanya.

"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya hanya sibuk dan fokus menggergaji." katanya

"Mungkin kau butuh sedikit waktu untuk mengasah," majikannya memberi saran.

***

Kadang kehidupan kita tak ubahnya seperti si pemuda penggergaji kayu.
Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi memiliki sedikit waktu untuk mengasah gergaji.
Atau bahkan telah lupa dengan cara mengasah agar tetap tajam?
Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi Tidaklah seharusnya kesibukan mengabaikan hal - hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup.

Coba anda ingat, setelah menyelesaika sekolah atau kuliah, kapan terkahir kali kita benar-benar membaca untuk belajar?
Kapan terkahir kali kita menelaah berbagai referensi ilmu untuk satu kesimpulan?

Atau,,
Kita lebih banyak merasa cukup dengan ilmu yang sudah didapat tanpa keinginan mempelajari hal-hal baru yang kemungkinan besar justru membuat kita "saklek dan kaku " dengan pemikiran orang lain...?

Sungguh,bila tidak ada waktu untuk mengasah maka kita akan tumpul dan kehilangan kreativitas.😊☺

Jumat, 21 November 2014

Bersahabatlah dengan Masalah ☺☺

untuk yg sedang bermasalah atau untuk bersiap menghadapi masalah ..

Cukup Letakkan Gelasnya 🍹 ☺☺
-----------------

Seorang dosen memulai kuliah dengan memegang sebuah gelas berisi air, “kira-kira berapa berat gelas ini” Tanya nya pada para mahasiswa sambil mengangkat gelas tersebut pada posisi agak tinggi hingga seluruh mahasiswa dalam ruangan bisa melihatnya.

“50 gram..100 gram..150 gram..entahlah” jawab seorang mahasiswa

“well, kita takkan tahu jika tak menimbang nya” jawab sang dosen diiringi tawa kecil para mahasiswa

“pertanyaan nya adalah apa yang akan terjadi kalau saya mengangkat gelas ini selama 3 menit?” lanjutnya

“tidak akan terjadi apa-apa” kali ini jawaban seorang mahasiswa terdengar sangat meyakinkan

Dosen tersebut masih melanjutkan “kalau saya mengangkatnya selama sejam”

“wah..tangan anda akan keram prof” jawab si mahasiswa

“bagaimana kalau aku mengangkatnya seharian?”Tanya sang dosen belum puas

“entahlah, mungkin tangan anda akan mati rasa, beberapa otot akan terluka mungkin juga lumpuh. Dan yang jelas anda harus dibawa kerumah sakit ” seisi ruangan tertawa

“betul sekali, lantas apakah berat gelas ini akan berubah?”

“tidak prof”

“lalu apa yang harus saya lakukan supaya hal-hal buruk diatas tak perlu terjadi?”sang dosen terus bertanya

“anda tak boleh lupa untuk meletakkan gelasnya”

“persis, jangan mengangkat gelasnya terlalu lama”

Masalah hidup layaknya gelas tadi, semakin lama kita bawa, semakin lama kita akan terbebani, semakin menderita pula kita pada akhirnya.

Bobot masalah takkan berubah sedikitpun hanya kita begitu lama dan dalam memikirkan nya.

Benar bahwa setiap masalah memang harus difikirkan untuk dicari solusinya, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mempercayakan semua pada Allah, bahwa ditanganNya lah segala kuasa. Dia yang mengatur alam semesta, menjaga keseimbangan bumi, sangat mustahil jika Dia lupa memberi kita jalan keluar. 

“Dialah yang telah menurunkan keterangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka ( yang telah ada ). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana” (Qs. Al Fath : 4)

Ketenangan hati adalah bukti kuatnya iman, sebaliknya kita harus hati-hati saat dilanda terlalu banyak kegelisahan, seolah masalah kita sangat besar, hingga merasa sebagai manusia paling menderita. Karena bisa jadi saat itu iman kita berada di titik nadir hingga syaithan leluasa menggoda..^_^

Bukankah there is no happends without Allah's permission...(งˆヮˆ)ง(งˆヮˆ)ง

Selasa, 16 September 2014

Siapakah yang Lebih Jelek?

Siapakah yang lebih Jelek?

Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pd seorang kyai.bertahun - tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tsb..

Kyai : "Hai fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian,kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus",kata Kyai

Fulan : "Baik pak Kyai, apa pertanyaannya?"

Kyai : "Kamu cari orang / makhluk yang LEBIH JELEK dari kamu, kamu aku beri waktu 3hari".

Akhirnya santri tsb meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.

Hari pertama,
Santri bertemu dgn pemabuk berat yg dapat dikatakan hampir tiap hari mabuk-mabukan.
Santripun berkata dlm hati, "inilah orang yang lebih jelek dari saya, aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus". Tetapi sesampainya ia dirumah, timbul dlm pikirannya, " belum tentu, sekarang mungkin si pemabuk itu melanggar syari'at siapa tahu pada akhir hayatnya Allah memberinya hidayah dan dia khusnul khotimah. Dan mungkin aku sekarang memang banyak ibadah tetapi pada akhir hayat dikehendaki su'ul khotimah,bagaimana? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.

Hari kedua,
Santri keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yang menjijikkan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb.
Santri bergumam, "ketemu sekarang yang lebih jelek dari saya, anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi".

Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan kyai-nya. Namun ketika akan tidur ba'da isya, dia merenung " anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tak akan dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya oleh Allah, sedangkan saya pasti akan dimintai tanggung jawab yang sangat berat yang jika saya berbuat banyak dosa, saya akan masuk neraka.
"Aku tak lebih baik dari anjing itu".

Hari ketiga,
Akhirnya santri menghadap kyai. Kyai bertanya, " sudahkah mendapat jawaban atas pertanyaanku hai fulan?"

"Sudah kyai" santri menjawab. "
ternyata orang yang paling jelek adalah saya kyai".

Sang Kyai tersenyum, " kamu dinyatakan lulus"

✏✏

Pelajaran yg dapat kita petik adalah
✏ selama kita masih sama-sama hidup, kita tak boleh merasa lebih baik dari makhluk / orang lain, karena kita tidak tahu bagaimana akhir hayat kita nanti..

✏ bukan tugas kita men-judge orang lain, karena belum tentu kita bisa menghakimi diri sendiri.. ^_^

Jumat, 16 Mei 2014

Apasih Tolak Ukur keberhasilan di dalam Rumah Tangga

Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ?

Bagi mereka yang sudah menikah dan memiliki pasangan hidup, tentulah berbeda pandangan pasangan satu dan pasangan yang lain mengenai tolak ukur keberhasilan dalam berumah tangga..


Namun,,

Simak dulu dah kutipan indah yang mungkin akan membantu untuk membentuk pemikiran tentang keberhasilan berumah tangga..◕ ‿ ◕

Ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
✿ 1) Punya anak,
✿ 2) Banyak harta.

Bukan...Bukan itu..


✿ Pertama, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiyallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ?

✿ Kedua, Rumah Tangga Fatimah Radhiyallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan di ujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah. Maa syaa'allah..

✿ Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.

✿ Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Taukah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.

❁ Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah;

❁ Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allah..

❁ Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..

❁ Ketika setelah menikah, bertambahlah hafalan-hafalan mereka..

❁ Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allah..

❁ Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allah..

Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allah tanpa hisab..
Maa syaa'allaah ♡ ♡ ♡
Baarakallaahu fiikum

✏ kutipan nasehat indah utk semua .. al musytaaqq ilallah ◕ ‿ ◕

Logika Vs Takdir

LOGIKA & TAKDIR

Ada dua orang sahabat, yg pertama bernama "Logika" dan yg satunya lagi bernama "Takdir". Keduanya naik mobil dalam sebuah perjalanan yg panjang…

Di tengah perjalan mobil mereka kehabisan bensin. Keduanya berusaha melanjutkan perjalanan dg berjalan kaki sebelum datang waktu malam.
Keduanya berusaha menemukan tempat beristirahat, setelah itu baru melanjutkan lagi perjalanan. 
Si Logika memutuskan untuk tidur dibawah sebatang pohon. Sedangkan si Takdir memilih tidur ditengah jalan. 

Logika berkata kpd Takdir: "Kamu gila! Kamu menyerahkan dirimu kepada kematian. Boleh jadi ketika kamu tidur ada mobil yg lewat & melindas tubuhmu..!"

Takdir menjawab: "Saya tdk akan tidur kecuali ditengah jalan ini. Boleh jadi ada mobil yg datang lalu ia melihatku & mengajakku bersamanya."
Akhirnya Logika betul2 tidur di bawah pohon & Takdir tidur di tengah jalan.
Tidak beberapa lama setelah keduanya tertidur, lewat sebuah mobil besar dalam kecepatan tinggi.
Tatkala sang supir melihat seseorang tidur di tengah jalan, ia berusaha berhenti dg mendadak, tapi sayang ia tdk bisa. Akhirnya ia membanting stir & mobil itu berbelok ke arah pohon & langsung menabrak Logika.! Dan selamatlah si Takdir...
Inilah kenyataan hidup, Takdir memainkan peranannya di tengah2 manusia.
Kadang, ia bertentangan dg Logika.

♡ Maka boleh jadi, terjadinya delay dalam penerbangan ada keselamatan di balik itu.
♡ Boleh jadi, tertunda kita mendapatkan hak kita krn ada hak orang lain yg selama ini kita abaikan & kita tdk memperdulikan.
♡ Boleh jadi, kita terlambat menikah ada keberkahan dibalik itu. 
♡ Boleh jadi, kita belum dikaruniai anak ada kebaikan dibalik itu. 
♡ Boleh jadi, ditolaknya lamaran kerja kita ada peluang lebih baik yg menunggu.
♡ Boleh jadi, dikhianatinya kita oleh seseorang yg kita percaya ada hikmah besar dibalik itu.
Tertundanya pertolongan & kemenangan pasti ada manfaat yg sangat besar di belakang itu.
Allah swt berfirman:
♡♡ "Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagimu. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu..." ♡♡

Senin, 12 Mei 2014

Repost "Jika Pada Akhirnya "

Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, sedang ketegaran akan lebih dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa tidak dinikmati saja, sedang ratap tangis tidak akan mengubah apa-apa.

Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa, sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.

Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti diumbar sepuas rasa, sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti tenggelam di dalamnya, sedang tobat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri, sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti membusung dada, sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama, sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti.

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dirasakan sendiri, sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka, sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.


" Sesulit apapun keadaan Qt,Tersenyumlah teman mengapa kita biarkan diri tenggelam, sedangkan ia akan menjadi masa lalu pada akhirnya.... ^_^v

Sumber : Buku Karena Aku Begitu Cantik
- Azimah Rahayu -