Jumat, 16 Mei 2014

Apasih Tolak Ukur keberhasilan di dalam Rumah Tangga

Apa sih tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga ?

Bagi mereka yang sudah menikah dan memiliki pasangan hidup, tentulah berbeda pandangan pasangan satu dan pasangan yang lain mengenai tolak ukur keberhasilan dalam berumah tangga..


Namun,,

Simak dulu dah kutipan indah yang mungkin akan membantu untuk membentuk pemikiran tentang keberhasilan berumah tangga..◕ ‿ ◕

Ada 2 hal yang jika terjadi maka Rumah Tangga tersebut terbilang sukses :
✿ 1) Punya anak,
✿ 2) Banyak harta.

Bukan...Bukan itu..


✿ Pertama, Rumah Tangga 'Aisyah Radhiyallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis ? Tidak bahagia ?

✿ Kedua, Rumah Tangga Fatimah Radhiyallaahu 'anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa Rumah Tangga mereka hancur berantakan di ujung tombak ? Tidak. Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah. Maa syaa'allah..

✿ Benar, sebagai seorang Isteri jangan bermudah-mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena kedua sebab diatas. Sebab ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.

✿ Juga, sebagai seorang Suami jangan bermudah-mudahan mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu.. Duhai Isteriku.." Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un. Taukah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian. Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan.

❁ Tolak ukur keberhasilan Rumah Tangga seorang Muslim ialah;

❁ Ketika setelah menikah, maka bertambahlah taqwa mereka kepada Allah..

❁ Ketika setelah menikah, maka bertambahlah amalan-amalan sunnah mereka..

❁ Ketika setelah menikah, bertambahlah hafalan-hafalan mereka..

❁ Ketika setelah menikah, bertambahlah kesabaran mereka dalam setiap taqdir Allah..

❁ Ketika setelah menikah, bertambahlah ghiroh mendatangi majelis-majelis 'ilmu Allah..

Pun, ketika setelah menikah, bertambah takutlah mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil. Bertambah berharaplah mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Allah tanpa hisab..
Maa syaa'allaah ♡ ♡ ♡
Baarakallaahu fiikum

✏ kutipan nasehat indah utk semua .. al musytaaqq ilallah ◕ ‿ ◕

0 komentar:

Posting Komentar