Inna Ma'al 'Usri yusro
Fa inna ma'al 'Usri Yusro..
" Sesungguhnya kesusahan bersama dengan kemudahan"
" Dan sesungguhnya kesusahan itu bersama dengan kemudahan "
Maha besar Allah yang selalu memberi kemudahan diwaktu yang tepat..😊🙏
-- -- -- --
Teringat dengan essense yang tersirat dalam seminar "ngobras" ( ngobrol bersama dengan ust.syukron ).
Dengan tema yang cukup menarik "Seperti Hujan,, Jodohpun pasti datang"
" Jodoh pasti datang sebagaimana keyakinanmu akan datangnya hujan dikemarau panjang. Innaka Laa Tuhkliful Mi'aad "
Tema diatas mungkin bagi beberapa orang ini merupakan bahasan yang sangat sensitif, terutama bagi mereka yang belum menemukan jodohnya namun telah memasuki usia yang cukup bahkan sangat cukup untuk mengikuti sunnah rasul satu ini..
Mungkin termasuk saya..
Hehehe😄😄
Bukan tentang kegalauan penulis yang saya coba share disini, namun "cinta sejati " yang dialamai oleh salah satu narasumber..
Sebut saja pasangan muda ini Mba Dxxx, dan Mas G
-- -- --
Saya adalah seorang penjaga kios di kawasan kampus Unair fak.farmasi tempat si suami mencari ilmu yang saat ini lagi urus beasiswa S3 di jepang,,
Disamping pendidikan umumnya yang menjulang tinggi, beliau sampai saat ini msh aktif " setoran hafalan"
Waoooowww..Masya Allah😍😍
Perempuan mana yang tidak klepek klepek dengan sosok beliau..
Ganteng, tinggi, besar, pendidikan oke, aktif hafalan qur'an..
Bahkan tak bisa dipungkiri bahwa banyak cewek yang salting jika berbicara dengan beliau..
"Saya mah siapa jika dibanding dengan beliau..
Saya gagal kuliah ( DO ) sampai 2x karena harus ibu yang saat itu terkena kanker..
Akhirnya sembari merawat ibu yang lagi sakit, sayapun memutuskan untuk berjualan di kios kawasan kampus..
" Demi Allah,, saya tidak pernah bermimpi untuk menikah dengan seorang Mas G..
Saya cukup tau dirilah siapa saya dibanding beliau..
Bahkan harus diakui,, secara logika manusia saat ini bagi sebagian besar orang yang memiliki pendidikan seperti Mas G ini akan memasang tipe standar yang sekufu untuk perempuan yang akan menjadi pendamping hidupnya..
Lah saya..?? Saya bahkan tdk sempat kuliah..
Sampai saya pernah ngmg sama ust.YM saya pasrah dengan jalan hidup saya..
Ust. Ym pesan " D,, hidup kita bakal susah tanpa tahajjud "
Itu yang saya pegang,, dan saya sdh benar" pasrah hingga guru ngaji saya menawari saya untuk menikah..
Jrenggg..
Masya Allah,, saya kaget dengan nama calon suami yang disebut oleh guru ngaji saya tsb..
Sosok yang sangat diidam-idamkan oleh banyak perempuan kini telah diajukan untuk menikah dengan saya..
Saya belum percaya dengan semua ini,, hingga setelah menikah dengan Mas G pun, saya bilang " kenapa sih Mas G pilih saya..??
Entah kenapa ,, dari skenario hidup Mba D dan Mas D tsb saya memikirkan ttg diri saya sendiri..
Ya,, kehidupan saya sendiri..
Tapi perbedaan yang cukup mencolok adalah,, saya belum bisa tahajjud😢😥😳
Lalu bagaimana aq bisa merayu Allah untuk mengabulkan keinginanku..

0 komentar:
Posting Komentar